Rabu, 20 Oktober 2010

SAHABAT TERCINTA

burung-burung berkicau
rumput-rumput menari
menunggu datangnya sang mentari
hembusan angin pagi
mengawali hari-hariku
seakan angin itu sebagai semangat dalam hidupku

sahabat......
engkau bagaikan pinang yang datang dalam hidupku
engkau selalu menempel dihatiku
untuk menemani hari-hariku

beruntungnya diriku
mendapat sahabat sepertimu
yang slalu setia denganku
dalam berbagai keadaan
bercanda dan tertawa bersama
menghangatkan tubuh dan jiwaku
seakan tidak ada tembok yang menghalanginya

engkau bagaikan hujan yang datangnya tiba-tiba
terkadang
engkau menguntungkan
terkadang pula engkau merugikan
tapi, pendapat ini SALAH
karena bagiku engkau adalah bagian dari hidupku
yang berperan penting untukku

sahabat....
engkau sebagai penopang dalam hidupku
engkau sebagai tumpuan dalam hidupku
dan engkau sebagai penyangga hidupku

apa jadinya diriku jika tidak memiliki engkau???
mungkin aku hanyalah orang yang tidak berarti
mungkin  aku hanya orang yang duduk di pojok ruangan
yang hanya bisa merenungi masalah ini
tetapi...
kehadiranmu mengubah semua hidupku
menjadi orang yang berarti

walaupun engkau tidak ada disisiku
tetapi, aku tetap mengenang kebaikanmu
aku yakin
persahabatan ini tidak akan pudar
aku yakin
kita akan bertemu lagi
entah kapan???
tapi, aku sangat yakin kita akan bertemu lagi

biarlah waktu yang dapat menjawab
biarlah waktu yang mempersatukan kita
karena, waktulah yang mempersatukan dan memisahkan kita

perpisahan ini bukanlah menjadi suatu alasan
untuk kita benar-benar berpisah
tetapi,
perpisahan ini adalah suatu cobaan
cobaan yang harus dihadapi
cobaan yang harus dibuang
demi melangkah lagi

aku yakin
persahabatan dapat menoreh kebaikan
dan memahat semua keburukan

persahabatan bukan permainan
bukan pula sebuah ujian
juga bukan sebuah hayalan
persahabatan adalah jembatan
untuk mencapai sebuah tujuan

tahukah kau sobat???
bahwa segala luka yang menyobek hatimu
dapat juga kurasakan dan
bahwa darah yang menetes dari luka itu
seiring air mata yang mengalir di pipiku

sadarkah kau sobat???
bahwa kepedihan yang selalu tampak
di raut wajahmu
adalah mimpi terburuk yang membebaniku
bahwa sikap dinginmu untukku
bagaikan pedang yang terus menghujam dadaku

sahabat....
jangan kau anggap aku orang lain
aku adalah dirimu
aku adalah saudaramu
aku siap korbankan jiwaku
agar kekal persahabatan kita

sahabat....
begitu besar jasamu
kata terima kasih
tak cukup membalas kebaikanmu

betapa besar jasamu
tidak dapat diungkap dengan kata
andaikan air laut sebagai tinta
bahkan seisi bumi pun
tak cukup sebagai tinta
untuk menulis jasamu

0 komentar:

Poskan Komentar